Mendengarkan orang bercerita tentang karirnya, hidupnya & keluarganya sudah menjadi bagian hidup saya akhir-akhir ini. Banyak yang saya dapat dari cerita setiap orang tapi terkadang saya suka bertanya dalam hati “Bener ga sih solusi yang gue kasih?”, “Bener ga sih yang gue omongin barusan?” & “Mereka tenang ga ya sama jawaban dari gue?”. Gundah gulana dalam hati saya sering mengganggu tapi ini semua harus tetap saya jalani karena sudah menjadi bagian dari kerjaan saya.
Let’s have a little flashback..
21/12/10, jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat & pikiran berlari ke hal-hal yang seharusnya tak kupikirkan. Tidur pun terganggu jam 02:00 WIB aku sudah terbangun dengan gelisah memikirkan skripsiku yang berjudul “Strategi Kreatif Untuk Meningkatkan Rating & Share pada Program di Televisi (Studi pada Program “Kacamata” di Trans 7)”. Seharusnya saat seperti ini saat dalam kondisi yang cukup tidur tapi yasudahlah. Akhirnya jam 06:30 WIB, saya pun berangkat dari rumah tercinta bersama keluarga tercinta menuju kampus untuk mau tak mau melaksanakan sidang skripsi. Rasanya di dalam ruangan yang diisi oleh Pembimbing, Penguji, Ketua Sidang & orang-orang penting dalam hidupku berubah menjadi panas padahal pendingin ruangan sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Sidang pun berjalan, akhirnya isi skripsi saya pun ditanya bolak balik oleh Ibu Penguji lalu saya juga menyaksikan Mas Pembimbing yang sibuk dengan botol airnya entah grogi entah haus, di sisi yang lain Ibu Ketua Sidang sibuk mencoret kertas setiap dia mencoret kertas rasanya sepertinya keringat saya ikut berjatuhan satu persatu & kulihat orang-orang terbaik dalam hidupku terus menyemangatiku melalui senyuman dahsyatnya. Yes! Sidang pun berakhir dengan lancar jaya. Senyum semua orang di ruangan itu membuat saya sulit untuk berkata-kata. Yaaa intinya, Alhamdulillah nanti malam saya bisa tidur pulas :D
18/07/11 Ini hari pertama saya bekerja di sebuah perusahaan konstruksi elevator & eskalator sebagai HR Officer (Management Trainee). Banyak hal yang saya pelajari tentang dunia konstruksi. Bagaimanapun saya harus mengenal bisnis perusahaan saya agar saya mengetahui apa kemauan dari para karyawan di kantor ini. Saya pun dituntut untuk sering mengunjungi proyek, sangat memacu adrenalin pemirsah! Saya tak pernah membayangkan sebelumnya akan menggunakan safety helmet, safety shoes & safety vest atau alat-alat lain yang sering digunakan orang-orang di proyek. Sebagai HR Officer saya diharuskan untuk melakukan interview untuk para job seeker, mendengarkan curahan hati para karyawan, menjembatani kemauan management & karyawan, mengurus gaji karyawan & masih banyak lagi (tak cukup jika ditulis disini). Bekerja di perusahaan multi national banyak mengajarkan banyak hal untuk saya terutama tentang kedisiplinan & yang paling mahal adalah mengembangkan networking dengan teman-teman dari cabang negara lain. Well, sampai hari ini saya merasa beruntung menjadi seorang HR Officer seumur jagung tanpa pengalaman apapun tapi sudah dipercaya untuk mengetahui segala hal tentang perusahaan ini, tidak semua karyawan diberikan kepercayaan ini.
29/10/11 Akhirnya saya mengenakan toga yang ingin dipakai oleh banyak orang setelah hampir setahun lulus. Rasa haru & bahagia bercampur menjadi satu karena Ummi & Buya untuk pertama kalinya, melihat wisuda anaknya. Terima kasih untuk keluarga & kawan, tak mungkin saya menulis ulang nama kalian satu persatu karena disini bukan lembar ucapan terima kasih. FYI, megisi lembar ucapan terima kasih lebih sulit dibanding mencari data untuk skripsi (Seriously!). Saran dari saya buatlah ucapan terima kasih terlebih dahulu sebelum membuat skripsi.
21/12/11 Saya benar-benar bahagia bisa bertemu hari ini, rasanya seperti kilas balik ke masa lalu. Saat ini saya lebih mengerti makna susah & sukses di dalam hidup ini. Alhamdulillah. Saya siap untuk berlayar & melawan ombak tinggi yang menghadang.
Well, due to my graduation I wanna say thank you so much for Mr. Edoardo Irfan. You really did a good job. Won’t forget your help, Sir. I’m lucky to know you first. Good luck for your next debut. So, when are we going to discuss while talking over coffee? Really miss the sekeripsi thingy.